Isro mi'raj adalah peristiwa amat sangat besar, hebat dan bersejarah bagi Ummat Manusia. peristiwa yang Allah anugerahkan kepada Junjungan kita Baginda Nabi Besar Muhammad Shallalahu 'alaihi Wasallam. peristiwa aneh tapi nyata. nyata tapi aneh. yang hanya bisa diambil dan difahami oleh akal yang amat sangat sehat dan hati yang sangat jernih. bisa diambil oleh pencernaan pemahaman yang amat mendalam dan kejelian keimanan yang amat indah tentang ke-Maha Kuasaan Allah Subhanahu Wat'alaa.
bagaimana tidak. perjalanan baginda Nabi Muhammad dari Masjidil harom ke Masjidil Aqsho. dan dilanjutkan dari Masjidil Aqsho terus naik Hingga sampai di Sidrotul Muntaha dalam waktu semalam saja. karena waktu shubuh tiba baginda sudah dapat mengimami Sholat Shubuh berjama'aah.
tanda tanda kekuasaan Allah yang diperlihatkan ini adalah sebagai Bukti Cinta kasih Allah kepada Sang Junjungan Makhluk Rasulillah Shallahu'alaihi Wasallam.
Dua perjalanan baginda rasul yang harus kita cermati dari peristiwa Isro Mi'raj ini adalah :
Pertama, perjalanan Spiritual Horizontal, Yaitu perjalanan yang mengandung niai hikmah dan kebijaksanaan yang sangat tinggi yang bersifat horizontal ( mendatar, lurus, dan memanjang ke samping ). ini adalah perjalanan pertama seorang manusia untuk menggapai Allah Subhanahu wata'alaa dengan harus di isi dengan ketaatan dan sujud ke sujud yang lainnya. menghilangkan kesombongan dan kejumawaan yang hakikatnya tidak kita miliki. yang sering terbawa dalam khayalan bahwa itu adalah milik dan membuat sombong diri
perjalanan sosial antar makhluk makhluk Allah. sesama Makhluk ciptaan Allah dan harus didasari ketwadhu'an dan kesahabaran. mengolah hawa nafsu kita dengan kendali ketuhanan yang ada dalam jiwa dengan selalu berbuat baik kepada sesama danseluruh makhluk Tuhan dalam rangka ketundukankepatuhan kepada Allah
Kedua adalah perjalanan Spiritual Vertikal. Yaitu perjalanan baginda rasul untuk bertemu dengan Allah Subhanahu Wat'ala dalam memenuhi Undangan-Nya. perjalanan ini bersifat tasho'ud atau naik dari bawah ke atas, menaiki tangga-tangga spiritual. meniti ambalan-ambalan atau tingkatan yang harus di lalui dan bertemu dengan beberapa pembawa kabar berita kebaikan dan kedamaian untuk umat manusia sebagai rasul dan utusan-Nya
perjalanan seorang hamba menuju Tuhannya yang Maha Suci. untuk mengemban amanah amanah Tuhan dengan Optimal dan mengejawantahkannya di Bumi ini. menjadi manusia-masnusia yang memiliki andil besar dalam melestarikan kehidupan yang kebih baik sebagai Kholifatullah Fil Ardi.
menjadi manusia yang terus intens dan tidak pernah berhenti untuk selalu ingat kepada Allah Dzikrullah dan mengaplikasnnya dalam kehidupan sesama manusia sebagai makhluk Sosial.
Wallahu A'lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar